Seperti diketahui, sebagian besar industri kelas tinggi, presisi, dan canggih tidak dapat beroperasi tanpa ruang bersih bebas debu, seperti panel tembaga berlapis substrat sirkuit CCL, papan sirkuit tercetak PCB, layar LCD dan LED fotoelektronik, baterai lithium daya dan 3C, serta beberapa industri farmasi dan makanan.
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, standar kualitas produk pendukung yang dibutuhkan oleh industri manufaktur terus ditingkatkan. Oleh karena itu, produsen industri tidak hanya perlu berinovasi pada produk mereka dari proses produksi, tetapi juga perlu meningkatkan lingkungan produksi produk, menerapkan persyaratan lingkungan ruang bersih secara ketat, dan meningkatkan kualitas serta stabilitas produk.
Baik itu renovasi pabrik yang sudah ada karena peningkatan kualitas produk atau perluasan pabrik karena permintaan pasar, produsen industri akan menghadapi masalah signifikan terkait masa depan perusahaan, seperti persiapan proyek.
Mulai dari infrastruktur hingga dekorasi pendukung, dari pengerjaan hingga pengadaan peralatan, serangkaian proses proyek yang kompleks terlibat. Dalam proses ini, perhatian terpenting dari pihak konstruksi seharusnya adalah kualitas proyek dan biaya keseluruhan.
Berikut ini akan dijelaskan secara singkat beberapa faktor utama yang memengaruhi biaya ruang bersih bebas debu selama pembangunan pabrik industri.
1. Faktor Ruang
Faktor ruang terdiri dari dua aspek: luas ruang bersih dan tinggi langit-langit ruang bersih, yang secara langsung memengaruhi biaya dekorasi dan penutupan interior: dinding partisi ruang bersih dan luas langit-langit ruang bersih. Biaya investasi pendingin udara, volume area yang dibutuhkan untuk beban pendingin udara, mode pasokan dan pengembalian udara pendingin udara, arah pipa pendingin udara, dan jumlah terminal pendingin udara.
Untuk menghindari peningkatan investasi proyek karena keterbatasan ruang, penyelenggara dapat mempertimbangkan dua aspek secara komprehensif: ruang kerja berbagai peralatan proses produksi (termasuk margin tinggi atau lebar untuk pergerakan, perawatan, dan perbaikan) dan arah aliran personel dan material.
Saat ini, bangunan-bangunan berpegang pada prinsip konservasi lahan, material, dan energi, sehingga ruang bersih bebas debu tidak harus sebesar mungkin. Saat mempersiapkan pembangunan, perlu mempertimbangkan peralatan proses produksi dan prosesnya sendiri, yang dapat secara efektif menghindari biaya investasi yang tidak perlu.
2. Faktor Suhu, Kelembapan, dan Kebersihan Udara
Suhu, kelembapan, dan kebersihan udara adalah data standar lingkungan ruang bersih yang dirancang khusus untuk produk industri, yang merupakan dasar desain tertinggi untuk ruang bersih dan jaminan penting untuk tingkat kualifikasi dan stabilitas produk. Standar saat ini dibagi menjadi standar nasional, standar lokal, standar industri, dan standar internal perusahaan.
Standar seperti klasifikasi kebersihan dan standar GMP untuk industri farmasi termasuk dalam standar nasional. Untuk sebagian besar industri manufaktur, standar ruang bersih dalam berbagai proses produksi terutama ditentukan berdasarkan karakteristik produk.
Sebagai contoh, suhu dan kelembapan area paparan, lapisan film kering, dan lapisan pelindung solder di industri PCB berkisar dari 22+1℃ hingga 55+5%, dengan tingkat kebersihan mulai dari kelas 1000 hingga kelas 100000. Industri baterai lithium lebih menekankan pada pengendalian kelembapan rendah, dengan kelembapan relatif umumnya di bawah 20%. Beberapa bengkel injeksi cairan yang cukup ketat perlu dikendalikan pada kelembapan relatif sekitar 1%.
Penetapan standar data lingkungan untuk ruang bersih merupakan poin sentral terpenting yang memengaruhi investasi proyek. Penetapan tingkat kebersihan memengaruhi biaya dekorasi: ditetapkan pada kelas 100.000 ke atas, yang membutuhkan panel ruang bersih, pintu dan jendela ruang bersih, fasilitas transmisi aliran udara untuk personel dan barang, dan bahkan lantai bertingkat tinggi yang mahal. Pada saat yang sama, hal ini juga memengaruhi biaya pendingin udara: semakin tinggi tingkat kebersihan, semakin banyak pergantian udara yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan pemurnian, semakin banyak volume udara yang dibutuhkan untuk AHU, dan semakin banyak saluran masuk udara HEPA di ujung saluran udara.
Demikian pula, pengaturan suhu dan kelembapan di bengkel tidak hanya melibatkan masalah biaya yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi juga faktor pengendalian presisi. Semakin tinggi presisinya, semakin lengkap peralatan pendukung yang dibutuhkan. Ketika rentang kelembapan relatif akurat hingga +3% atau ± 5%, peralatan pelembapan dan pengeringan yang dibutuhkan harus lengkap.
Penetapan suhu, kelembaban, dan kebersihan ruang kerja tidak hanya memengaruhi investasi awal, tetapi juga biaya operasional di tahap selanjutnya untuk pabrik dengan fondasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, berdasarkan karakteristik produk produksi sendiri, dikombinasikan dengan standar nasional, standar industri, dan standar internal perusahaan, merumuskan standar data lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan sendiri merupakan langkah paling mendasar dalam mempersiapkan pembangunan ruang kerja bersih.
3. Faktor Lainnya
Selain dua persyaratan utama yaitu ruang dan lingkungan, beberapa faktor yang memengaruhi kepatuhan bengkel ruang bersih seringkali diabaikan oleh perusahaan desain atau konstruksi, sehingga mengakibatkan suhu dan kelembapan yang berlebihan. Misalnya, pertimbangan yang tidak lengkap terhadap iklim luar ruangan, tidak mempertimbangkan kapasitas pembuangan peralatan, pembangkitan panas peralatan, produksi debu peralatan, dan kapasitas pelembapan dari sejumlah besar personel, dll.
Waktu posting: 12 Mei 2023
